Catatan Sunyi dari Pesisir
By Siti Maesaroh
Pagi lahir dari ufuk laut yang perlahan memerah,
perahu-perahu kayu berayun di antara ombak kecil.
Angin asin menyusup di sela jaring nelayan,
membawa harapan dari hamparan samudra yang luas.
Di sepanjang garis pantai,
pasir mencatat jejak kaki yang datang dan pergi.
Anak-anak berlari mengejar ombak,
sementara burung camar melayang di langit pesisir.
Namun laut kini tak selalu bercerita tentang tenang.
Di sela karang dan rumput laut
terkadang tersangkut plastik yang hanyut dari daratan,
diam-diam melukai birunya perairan.
Mangrove yang dulu berdiri rapat menjaga pantai,
kini sebagian gugur oleh waktu dan tangan manusia.
Padahal akarnya adalah benteng bagi daratan,
penahan ombak saat pasang datang menghantam.
Laut tetap setia memeluk bumi,
memberi ikan, angin, dan kehidupan.
Tetapi dari tepi pantai yang sederhana ini
alam seakan berbisik pelan
jagalah aku,
seperti aku menjaga kehidupan kalian
sejak ombak pertama menyentuh daratan
